Rabu, 22 Januari 2024
Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan Hutan Adat Alas Kedaton diselenggarakan di Ruang Rapat Sad Kerthi, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Salah satu hasil penting dari FGD ini adalah komitmen PERTAMINA Patra Niaga untuk mendampingi pengelolaan Alas Kedaton selama lima tahun ke depan. Pendampingan ini bertujuan mendukung pelestarian budaya dan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
FGD ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk instansi pemerintahan Provinsi Bali (Dinas Pariwisata) dan Pemerintah Kabupaten Tabanan (Bappeda, Dinas Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pariwisata), BPSKL Bali Nusra, BKSDA Bali dan penggiat pariwisata seperti Sacred Monkey Forest Ubud Sanctuary, Asita Bali dab Triple T Tabanan. Kegiatan dibuka oleh Kepala UPTD KPH Bali Timur (Made Maha Widyartha, S.Hut., M.Si.)
Dalam diskusi, disepakati bahwa pengelolaan Hutan Adat Alas Kedaton membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menjadikannya sebagai daya tarik wisata unggulan berbasis pelestarian lingkungan dan budaya. Kolaborasi akan melibatkan berbagai instansi pemerintahan, swasta, dan komunitas pariwisata.
Hasil ini memberikan harapan besar bahwa Hutan Adat Alas Kedaton dapat berkembang menjadi model pengelolaan wisata yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing pariwisata Bali, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.





